Kebijakan Pengembangan Madrasah 2010


Pengembangan pendidikan Islam pada umumnya dan pengembangan Madrasah pada khususnya didasarkan pada  “Tiga Pilar Kebijakan Pokok Pembangunan Pendidikan Nasional”  yaitu : 1. Perluasan dan pemerataan akses pendidikan; 2. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan 3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik pengelolaan pendidikan.

Adapun secara garis besar kebijakan pengembangan madrasah 2010 meliputi:

A. Visi Pendidikan Islam

“Terbentuknya Peserta Didik yang Cerdas, Rukun, dan Muttafaqqih fi al-Din dalam Rangka Mewujudkan Masyarakat yang Bermutu, Mandiri, dan Islami”

B. Visi Madrasah

Terwujudnya pelayanan pendidikan yang mendukung perkembangan madrasah dan pendidikan agama Islam yang berkualitas, yang mampu mengantarkan perserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berkepribadian, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera.

C. Misi Madrasah

  • Menghasilkan lulusan yang Islami, unggul dalam ilmu pengetahuan, bersikap mandiri, dan berwawasan kebangsaan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik dalam berpikir, berkarya, serta proaktif dalam merespons perkembangan teknologi.
  • Meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik, tenaga kependidikan dan pengawas
  • Meningkatkan kualitas manajerial dan tata kelola pendidikan Islam yang Islami berdasarkan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi

D. Tujuan Madrasah

  • Mengantarkan peserta didik menjadi: manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia dan berkepribadian, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; serta, mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Menyediakan layanan pendidikan yang berbasis pada masyarakat

E. Permasalahan yang dihadapi

  • Manajemen dan infra struktur yang masih lemah dan kurang memadai
  • Keterbatasan SDM terutama dari aspek kualitas:  (tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi dan kompetensi; lemahnya wawasan guru dalam bidang pedagogis dan pengembangan kurikulum;  guru yang miss match )
  • Pengawasan kinerja yang lemah
  • Keterbatasan anggaran dan tidak optimal dalam penggunaan

F. Arah Dan Tujuan

  • peningkatan mutu pendidikan,
  • peningkatan akses bagi daerah yang belum terjangkau layanan pendidikan dasar, dan peningkatan profesionalitas pelayanan dan kemandirian pengelolaan
  • peningkatan mutu program, peningkatan akses untuk masyarakat marginal atau terpencil, dan peningkatan pelayanan akademik.

G. Kebijakan Pengembangan Madrasah

  • Mengejar ketertinggalan kualitas lulusan pendidikan;
  • Analisis dan penerapam kurikulum satuan pendidikan pada tiap madrasah
  • Penguatan persiapan madrasah menghadapi akreditasi
  • Penguatan program pembelajaran:
  • Perencanaan pembelajaran
  • Pelaksanaan layanan pembelajaran
  • Penilaian yang akurat dan akuntabel
  • Pendampingan dan pembimbingan perkem-bangan psikhologis dan kepribadaian
  • Penguatan supervisi, monitoring dan pembinaan
  • Mengembangkan standard nasional/ internasional dalam mengukur kualitas lulusan
  • Mengembangkan budaya belajar di madrasah
  • Mengkaji ulang tipologi madrasah sebagaimana yang sudah ada sekarang
  • Keberfihakan kepada madrasah swasta
  • Meningkatkan kualitas dan profesio-nalisme Pendidik, Pengawas, dan Tenaga Kependidikan;
  • Meningkatkan kualifikasi pendidik;
  • Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan Pengawas,
  • Beasiswa S2 pendidik dan Pengawas;
  • Meningkatkan kualitas
  • Seleksi dan distribusi tenaga pendidik;
  • Percepatan proses sertifikasi dan tunjangan profesi;
  • Pemberdayaan KKG, MGMP, Pokjawas
  • Mengubah sistem manajemen dan birokrasi pendidikan (layanan pendidikan);
  • Prioritas program dan pelayanan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pemeran utama dalam pendidikan (pendidik, pengawas dan tenaga kependidikan)
  • Mengurangi regulasi yang cenderung bersifat mengatur
  • Mengurangi supervisi yang cenderung bersifat mengawasi
  • Memprioritaskan anggaran untuk memenuhi kepentingan pemeran utama pendidikan, baik untuk peningkatan kualitas SDM, kesejahteraan tenaga pengajar, maupun untuk memenuhi sarana dan pra sarana pendidikan,
  • Menentukan perencanaan untuk selalu diarahkan pada kepentingan peningkatan kualitas pendidikan,
  • Perencanaan dibuat berdasarkan usulan dari bawah
  • Memenuhi kebutuhan infrastruktur yang layak
  • Perencanaan dan master plan
  • Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana
  • Pemberdayaan sarpras yang tersedia dan maintenance
  • Tata ruang dan lingkungan yang nyaman dan kondusi

sumber: Materi Diklat Calon Kepala & Calon Pengawas DIY 2010.

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Diklat, Madrasah dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kebijakan Pengembangan Madrasah 2010

  1. Zainal Muttaqien berkata:

    Salam kenal dan salam hormat. Kebetulan saya juga guru madrasah di pedalaman kalimantan yg saat ini diberi kesempatan kuliah lagi di UIN Jogja. Saya sangat senang bisa membaca artikel sampeyan ini, mudah-mudahan akan semakin banyak tulisan sejenis yg bicara soal perkembangan terkini madrasah. Krn saya pribadi sangat jarang bisa menemukan tulisan2 terkini terkait dgn madrasah. Untuk sementara ini dulu..insya Allah kapan2 kita bisa diskusi lagi. Terimakasih..

  2. Jumroni, S.Pd.I berkata:

    Ass.wr.wb. semoga dengan artikel ini para pemegang kebijakan pendidikan di Kemenag RI konsisten u/ merealisasikan program tesebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s