JURUS JITU (I)


BELAJAR MEMPERSIAPKAN UJIAN NASIONAL 2012

Bagi siswa kelas 6 SD/MI, kelas 9 SMP/MTs, dan kelas 12 SMA/MA/SMK telah memasuki waktu-waktu yang sangat sibuk untuk persiapan ujian akhir satuan pendidikan. Waktu yang penuh dengan kegiatan pendalaman-pendalaman materi baik itu berupa mengulang materi maupun latihan soal-soal UN. Tidak banyak lagi waktunya untuk bermain dan bersantai.

Waktu inilah yang bikin anak merasa penat dan kadang bosan. Belajar di sekolah sudah tidak lagi menyenangkan. Terlebih bagi siswa yang nilainya kurang dari target sekolah maupun target pribadi. Untuk anak seperti itu, masuk sekolah bagaikan masuk penjara – anak jadi sering melamun, sering ijin keluar dan kurang perhatian.

Peristiwa ini sering terjadi karena cara belajar siswa dan juga gurunya di sekolah tersebut tidak tepat. Yang sering terjadi anak dituntut untuk mengerjakan soal-soal latihan ujian sampai berkali-kali. Selesai  mengerjakan, langsung  dikoreksi dan hasilnya diumumkan. Demikian secara berulang-ulang. Tanpa adanya analisis atas jawaban anak , mana yang banar dan mana yang tidak benar. Mana kompetensi yang telah dikuasai dan mana kompetensi yang belum dikuasai.

Analisis jawaban anak sangat diperlukan untuk mengetahui kemampuan anak dalam menguasai SKL Ujian nasional. Dari analisis tersebut kita mengetahui mana SKL yang telah dikuasai oleh si A – maupun mana SKL yang belum diketahui. Dengan pengetahuan ini, kita mudah mengantisipasi dan memberikan terapi bagi anak.

Pekerjaan analisis hasil latihan UN, merupakan pekerjaan yang berat dan memakan waktu banyak – jika dikerjakan oleh guru sendiri. Oleh karena itu peran siswa untuk dapat bersama-sama melakukan analisis. Guru tinggal memberikan form yang berisi tentang SKL dengan indikator-indikatornya, dan anak mengisi benar dan salah. Hasil isian tersebut akan menunjukkan  penguasaan anak terhadap SKL yang ada dari beberapa kali mengerjakan soal-soal latihan UN.

Jika kegiatan ini dilaksanakan secara rutin maka anak akan merasa mengetahui dan memahami kompetensi yang akan diukur. Sehingga belajarnya anak menjadi lebih fokus. Berkaitan dengan metode ini, Penulis juga merekomendasikan cara ini untuk pembelajaran sehari-hari.

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Pembelajaran dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke JURUS JITU (I)

  1. Ping balik: JURUS JITU (4) « hidayat_gurumadrasah

    • Nurudin Mahmud berkata:

      Saya setuju dengan yang Anda tulis. Saya juga pendapat, alangkah baiknya pengelola sekolah juga memperhatikan faktor lain. Diantaranya adalah faktor dari keberhasilan pencapaian KKM dengan benar. Pelaksanaan remidi dengan benar sampai terpenuhi KKM. Kegiatan analisis dilakukan sejak awal, bukan hanya ketika akan menghadapi ujian. Pemantauan kegiatan ibadah dan sosial. Dan lain sebagainya.

      • Hidayat berkata:

        Betul, pemenuhan KKM sejak dini sejalan dengan teori pembelajaran tuntas. Seharusnya model remidi terhadap materi-materi esensial memang sudah dilaksanakan sejak anak kelas 7 dan 8. Jadi tidak serepot sekarang jika mau UN, anak mengulang materi kelas 7 dan kelas 8.

  2. Mtsn Rongkop berkata:

    Yup, mastery learning merupakan metode pembelajaran yang ideal dan sangat diharapkan.

    • Hidayat berkata:

      Idealnya memang pembelajaran tuntas yang berbasis kompetensi. Seperti dalam kurikulum KBK yang sekarang telah menjadi KTSP, tapi intinya sama masih memegang teguh penguasan kompetensi dasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s