Ciri Khas Madrasah (1) Tinjauan Kurikulum


Madrasah atau yang sering disebut sebagai Sekolah Plus memang memiliki kurikulum yang berbeda dengan sekolah umum. Perbedaannya terletak pada jumlah dan jenis mata pelajaran di madrasah dan di sekolah umum. Jika di sekolah kurikulum ditetapkan berdasarkan Permendiknas no 22 tahun 2006, maka kurikulum madrasah berdasarkan Permenag no 2 tahun 2008. Pada intinya permenag ini hanya menambahkan mapel agama, sedangkan mapel lainnya sama persih sesuai dengan permendiknas.

Sering disebut sekolah plus, karena memang jumlah mata pelajaran di madrasah lebih banyak daripada di sekolah umum. Sebagai contoh, jika pada tingkat SMP jumlah jam pelajaran tiap pekannya sebanyak 32 – 36 Jam maka jumlah jam pelajaran di MTs sebanyak 39 – 43 Jam. Kelebihan jam pelajaran pada madrasah adalah mata pelajaran pendidikan agama yang jumlah jamnya mencapai 10 Jam sedangkan pada sekolah umum hanya 3 Jam.

Mata pelajaran agama Islam pada madrasah meliputi : 1) Qur’an Hadits; 2) Fikih; 3) Akidah Akhlak; 4) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI); dan 5) Bahasa Arab. Secara pokok-pokok keilmuan materi pada mata pelajaran di atas juga diajarkan pada sekolah umum, akan tetapi di madrasah dengan jumlah jam yang lebih banyak – materi tersebut diajarkan lebih detail dan mendalam.

Lebih lengkapnya materi pelajaran agama inilah yang menjadi ciri khas madrasah yang merupakan suatu keunggulan kurikulum madrasah dari sekolah secara umum. Dengan bekal yang ada, diharapkan lulusan madrasah tidak kalah dalam keilmuan dunia dibandingkan lulusan sekolah umum, dan memiliki bekal ilmu akherat yang lebih mumpuni.

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Madrasah dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Ciri Khas Madrasah (1) Tinjauan Kurikulum

  1. muntaji berkata:

    Ya, Pak…Tapi masyarakat masih saja belum paham betul yang namanya madrasah, padahal sangat beruntung sekali sekolah di madrasah, sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Saya kira pendidikan di madrasah harus dijadikan contoh dan tolak ukur pendidikan di Indonesia.

    • Hidayat berkata:

      Itulah yang harus kita buktikan pada masyarakat dengan prestasi dan keunggulan lulusan madrasah. Mari bersama, kita pikirkan caranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s