STRATEGI PENGEMBANGAN CIRI KHAS MADRASAH


Pendidikan di madrasah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kehidupan masyarakat yang Islami. Atau dengan kata lain pendidikan di madrasah merupakan wahana untuk memberikan warna Islam dalam kehidupan masyarakat sekitarnya. Inilah yang membedakan madrasah dengan sekolah umum yang ada.

Untuk menunjukkan ciri khas madrasah diperlukan strategi pelaksanaan ciri khas agama Islam pada madrasah. Strategi yang dapat ditempuh diantaranya adalah :

1.    Peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui semua mata pelajaran pendidikan agama.

Mata pelajaran agama di madrasah terdiri dari Qur’an Hadits, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab memiliki tujuan kurikuler yang saling terkait, yakni meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam. Keberadaan mapel agama tersebut tidak terpisah sendiri-sendiri, oleh karena itu dalam proses pembelajarannya dilaksanakan secara terkoordinasi dan terpadu.
Keterbatasan jam pelajaran agama akan menuntut madrasah untuk membuat  program-progam pendalaman dan pengayaan sebagaimana yang ada pada pesantren.

2.    Peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui mata pelajaran selain pendidikan agama.

Islam tidak mengenal adanya dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan. Guru mata pelajaran umum di masrasah dituntut untuk mengintegrasikan ajaran agama islam dengan konsep ilmu pengetahuan yang diajarkan. Strategi ini akan menjadi sangat efektif, jika direncanakan secara besama-sama anata guru mapel umum dan mapel agama.

3.    Peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri dari kegiatan keagamaan diharapkan akan mampu mengembangkan kepribadian peserta didik secara utuh, baik pengembangan sikap, perilaku dan pola pikir untuk memantapkan pelaksanaan dan pengamalan ajaran Islam.
Pada dasarnya semua kegiatan ekstrakurikuler di sekolah secara tidak langsung dapat dijadikan sarana untuk penghayatan dan pengamalan ajaran Islam. Beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat langsung, seperti : Tulis Baca Al Qur’an (TBA); Kajian Kitab; MTQ; MHQ dan kajian keputrian.

4.    Peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui penciptaan suasana keagamaan yang kondusif.

Suasana keagamaan yang kondusif tercermin dalam amalan dan perilaku sehari-hari di madrasah. Sikap dan perilaku agamis harus dimulai dari kepala madrasah, bapak dan ibu guru, pegawai tata usaha, peserta didik dan anggota masyarakat di sekitar madrasah. Banyak cara yang ditempuh untuk menciptakan suasana keagamaan yang kondusif, diantaranya: 1) mengawali dan menutup kegiatan dengan berdoa; 2) tadarus Alqur’an pada awal masuk pelajaran; 3) berpakaian sesuai dengan tuntunan ajaran agama; 4) meletakkan kaligrafi dari ayat-ayat Al Qur’an dan hadits di dalam maupun di luar kelas, 5) membiasakan sholat jamaah dan melakukan ibadah sunah lainnya; 6) menjaga kebersihan lingkungan madrasah maupun tempat ibadah; 7) mengutamakan disiplin waktu dan mematuhi tata tertib, 8) mengutamakan sikkap akhlakul karimah dalam pergaulan sehari-hari, 9) Hafalan surat-surat pendek; 10) sholat jum’at berjamaah; dan 11) mentoring siswa.

5.    Peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui pembinaan dan pengamalan agama dan shalat jamaah di madrasah.

Syiar Islam  akan terlihat melalui kegiatan agama seperti : 1) sholat fardhu berjamaah di madrasah; 2) shalat sunat dzuha pada waktu istirahat pertama; 3) lomba-lomba keagamaan secara rutin; 4) Peringatan Hari Besal Islam (PHBI); 5) Pesantren kilat; 6) pelaksanaan zakat; 7) penyembeleihan hewan qurban; 8) kegiatan menyantuni anak yatim-piatu dan fakir miskin; 9) Bazar murah dan pengabdian pada masyarakat; 10) Pengajian rutin; 11) Latihan masanik haji; 12) Khatamul Qur’an; 13) Tadzabur alam; dan kegiatan insidental lainnya.

 

Sebagian naskah bersumber dari buku Panduan Pengembangan Ciri Khas Madrasah yang diterbitkan oleh MP2A Depag RI tahun 2005.

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Madrasah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s