TANTANGAN MADRASAH (2)


BENARKAH LULUSAN MADRASAH KURANG MENGUASAI ILMU UMUM DAN HANYA MENGUASAI SEBAGIAN KECIL ILMU AGAMA?

Salah satu kesangsian masyarakat terhadap sebagian madrasah kita adalah mutu lulusan yang dianggapnya kurang menguasai ilmu pendidikan umum dan hanya sedikit menguasai ilmu agama. Dalam bahasa jawa disebut ‘magel’ yaitu kondisi setengah matang. Kesangsian ini bisa benar dan bisa salah, karena memang madrasah kita sangat beragam. Tapi inilah tantanggan yang harus dibuktikan oleh madrasah.

Saat ini jumlah guru yang kompeten dan sudah bersertifikasi di lingkugan madrasah masih sangat terbatas untuk setiap mata pelajarannya. Ini terjadi karena lebih banyak madrasah kita yang berstatus swasta, lebih banyak guru madrasah yang berstatus GTT atau GTY, dan masih banyak guru yang belum S1 sesuai syarat dalam Standar Nasional Pendidikan kita. Dengan kondisi yang seperti ini, kita tidak bisa menyalahkan masyarakat dengan anggapannya.

Kasus kurangnya jumlah guru terjadi pada beberapa madrasah swasta. Sebuah contoh kasus pada madrasah X (MTs) yang hanya memiliki jumlah murid kurang lebih 26 siswa untuk tiga kelas. Sesuai syarat SNP sebetulnya madrasah tersebut tidak boleh menyelenggarakan pendidikan karena setiap kelasnya kurang dari 15 siswa. Tapi karena kegiatan dalam madrasah berlangsung terus, maka akan dibutuhkan 15 guru mapel dan 1 guru BK. Dan jika itu harus dipenuhi, maka setiap guru mapel hanya mengajar 6 – 12 jam atau masuk selama 1-2 hari setiap minggunya. Akhirnya dengan alasan efektivitas, sebagian madrasah mengambil kebijakan seorang guru mengajar 2-3 mapel untuk mengajar 18 – 24 jam sehingga di madrasah itu hanya dibutuhkan guru sebanyak 8-10 orang. Inilah yang menyebabkan terjadinya missmacth yang sejak lama sudah disadari oleh kementerian agama.

Kasus lain terjadi karena kurangnya dana yang dimiliki oleh yayasan pendiri madrasah menyebabkan yayasan tidak mampu untuk memberi honor guru yang lebih banyak, maka proses pengangatan gurunyapun didasarkan pada sifat kesukarelaan guru. Akhirnya banyak yasasan tidak mampu mengangkat guru sesuai kualitas yang dibutuhkan. Kejadian-kejadian seperti di atas, yang menyebabkan sebagian masyarakat kita tidak mau menjadikan sebagaian madrasah sebagai tempat pendidikan yang utama atas anak-anaknya.

Kesangsian atas madrasah juga disebabkan karena kurikulum pendidikan agama yang lebih sedikit dibandingkan porsi madrasah pada awalnya. Sekarang ini porsi pendidikan agama hanya sekitar 25% dari keseluruhan jam pelajaran yang ada. Porsi ini dianggap masih kurang untuk menguasai ilmu-ilmu keagamaan secara menyeluruh.

Alhamdulillah, hadirnya madrasah-madrasah di pondok pesantren telah bisa mengantisipasi pandangan ini. Sekarang ini pendidikan ala pesantren telah mengalami perkembangan yang terus-menerus demikian juga dengan madrasah. Setiap tahun jumlah siswa di madrasah semakin banyak.

Inilah yang harus diperjuangkan oleh madrasah saat ini, untuk bisa menghadirkan pendidikan ala pesantren dalam membina siswa-siswanya menguasai ilmu agama dan pembelajaran pendidikan umum yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya. Sudah seharusnya madrasah sama-sama mementingkan pembelajaran pendidikan agama dan pendidikan umum. Janganlah madrasah kita hanyut dalam arus kekinian yang seakan-akan lebih mementingkan pendidikan umum dengan UN-nya. Madrasah harus maju dengan ciri khas pendidikan agama sebagai landasan seluruh kegiatan dan penyelenggaraan madrasah.

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Madrasah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s