Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian


Beberapa Poin Penting Dalam Penilaian Pada Kurikulum 2013

Jenis-Jenis Penilaian

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilaksanakan dalam bentuk:

  • Penilaian Autentik merupakan pendekatan utama dalam Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik yang mencakup penilaian berdasarkan pengamatan, tugas ke lapangan, portofolio, projek, produk, jurnal, kerja laboratorium, dan unjuk kerja, serta penilaian diri. Penilaian Diri merupakan teknik penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif.
  • Bentuk penilaian non-autentik tes, ulangan, dan ujian.

Pendidik dapat menggunakan penilaian teman sebaya untuk memperkuat Penilaian Autentik dan non-autentik.

 Fungsi dan Tujuan

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian ini dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif dalam penilaian. Adapun tujuanPenilaian Hasil Belajar adalah untuk:

  • mengetahui tingkat penguasaan kompetensi;
  • menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi;
  • menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; dan
  • memperbaiki proses pembelajaran.

 

Prinsip Penilaian

 

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik diterapkan berdasarkan prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum meliputi sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, holistik dan berkesinambungan, sistematis, akuntabel, dan edukatif. Prinsip khusus berlaku untuk masing-masing bentuk penilaian, yakni mengacu kepada karakteristik pendekatan, model, dan instrumen yang digunakan. Berikut Prinsip khusus untuk Penilaian Autentik meliputi:

  • materi penilaian dikembangkan dari kurikulum;
  • bersifat lintas muatan atau mata pelajaran;
  • berkaitan dengan kemampuan peserta didik;
  • berbasis kinerja peserta didik;
  • memotivasi belajar peserta didik;
  • menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik;
  • memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya;
  • menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • mengembangkan kemampuan berpikir divergen;
  • menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran;
  • menghendaki balikan yang segera dan terus menerus;
  • menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata;
  • terkait dengan dunia kerja;
  • menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata; dan
  • menggunakan berbagai cara dan instrumen;

 

Skala Penilaian

 

Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik untuk kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan menggunakan skala penilaian. Skala penilaian untuk kompetensi sikap menggunakan rentang predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K). Skala penilaian untuk kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan menggunakan rentang angka dan huruf 4,00 (A) – 1,00 (D) dengan rincian sebagai berikut:

  • 3,85 – 4,00 dengan huruf A;
  • 3,51 – 3,84 dengan huruf A-;
  • 3,18 – 3,50 dengan huruf B+;
  • 2,85 – 3,17 dengan huruf B;
  • 2,51 – 2,84 dengan huruf B-;
  • 2,18 – 2,50 dengan huruf C+;
  • 1,85 – 2,17 dengan huruf C;
  • 1,51 – 1,84 dengan huruf C-;
  • 1,18 – 1,50 dengan huruf D+; dan
  • 1,00 – 1,17 dengan huruf D.

Untuk lebih lengkapnya dapat download file pdf berikut berikut ini.

  1. permendikbud_tahun2014_nomor104
  2. permendikbud_tahun2014_nomor104_lampiran

 

 

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kurikulum, Madrasah dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian

  1. endro pora berkata:

    PROGRAM RAPOR KURIKULUM 2013/ RAPOR OTOMATIS SEKOLAH VERSI PERMENDIKNAS NO.104 THN 2014 TERBARU =>> http://eduka-tekno.blogspot.com/

  2. anwar berkata:

    pa hidayat, mohon penjelasan KMA 103 thn 2015, bab III, apakah yg dimaksud pada poin 1 adalah guru PAI yg bersertifikat PAI? kalau begitu guru PAI bisa mutasi ke madrasah. mohon penjelasan.

  3. Hidayat berkata:

    Belum bisa menjawab dengan tepat Pak. Yang jelas KMA ini hanya untuk madrasah. Jadi kalau Bapak sudah masuk di madrasah akan berlaku KMA ini. Soal mutasi itu kebijakan kemenag setempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s