Seputar UN 2015: Ini Akibat Keterlambatan POS UN


Wacana perubahan UN 2015 semakin ramai disebarkan di media social. Mulai wacana yang mengutip Pak Menteri, Pak Dirjen, Pak Ka Kanwil dan juga tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia. Mulai dari web Kementerian, surat kabar online dan juga bloger-bloger dalam blog mereka.

Mengapa saya sebut wacana? Karena memang belum ada payung hukum tentang apa yang mereka bicarakan.  Ini lah fenomena menarik pada di dunia pendidikan tahun ini tentang penggunaan IT yang masif.

Munculnya berbagai wacana tersebut diakibatkan karena sampai saat ini belum dikeluarkannya POS UN 2015. Pak Menteri bicara tetang perubahan kebijakan UN, lantas para tokoh pendidikan memunculkan wacana-wacana perubahan apa yang akan terjadi pada UN 2015. Selanjutnya media menuliskannya dengan judul-judul yang spektakuler. Seperti halnya “UN 2015 Tidak Lagi Menggunakan Pilihan Ganda”.

Wacana seperti di atas telah menimbulkan kecemasan pada siswa-siswa di tingkat akhir satuan pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Padahal sebelumnya kita sempat merasakan angina segar karena “UN Tidak Lagi Menakutkan Siswa” dan “UN Tidak Lagi Menentukan Kelulusan”.

Semoga segera dikeluarkan POS UN karena memang sudah terlambat dari yang dijadwalkan.

tanggal UN 2015Update (29/1) Jadwal penting UN, yakni UN SMP/Sederajat >> tanggal 4-7 Mei 2015. silahkan klik : http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/3781

Update (29/1). Alhamdulillah, akhirnya Kemdikbud akhirnya segera memberikan klarifikasi seputar wacana-wacana UN 2015. Berikut klarifikasinya:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Nizam menegaskan bahwa soal ujian nasional (UN) tahun ini masih menggunakan model pilihan ganda. Penegasan ini dilakukan untuk mengklarifikasi pemberitaan di media massa yang menyebut bahwa soal UN tahun ini berbentuk esai.

“Saya mendapat telepon dan SMS dari kepala sekolah, guru, orang tua yang kaget setelah membaca berita bahwa UN 2015 tidak lagi pilihan ganda. Mereka bingung. Jadi saya ingin menyampaikan bahwa UN tahun ini, bentuk-bentuk soalnya masih sama dengan UN tahun-tahun sebelumnya, yaitu pilihan ganda, baik ujian yang berbasis kertas maupun komputer,” kata Nizam dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, ke depan bentuk soal UN memang memungkinkan tidak hanya pilihan ganda, tetapi bisa lebih beragam. Lebih lengkap klik http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3783

 

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kurikulum, Ujian dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s