Ini Yang Berbeda Pada KSM 2016


Penyelenggaraan KSM pada tahun ini bebebeda dibandingkan KSM pada tahun sebelumnya. Setidaknya ada dua perbedaan yang mencolok, yakni pada materi KSM dan pola penyelenggaraan KSM. Lihat Selengkapnya pada Juknis KSM Tahun 2016.

Materi yang diujikan pada KSM 2016 ini ditambahkan dengan materi Pendidikan Agama Islam (PAI). Jadi semua peserta KSM akan mengerjakan dua buah soal yakni soal sesuai dengan bidang lomba dan soal PAI. Hal ini sesuai dengan tujuan KSM 2016 yakni untuk peningkatkan mutu pendidikan Sains di madrasah/sekolah secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dalam ridha Allah SWT dengan kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai Islam dalam mempelajari dan memahami sains.

Adapun bentuk tesnya terdiri dari dua, yakni Tes Teori dan Eksperimen/Eksplorasi. Tes tertulis sesuai dengan silabus KSM pada setiap lomba yang akan menguji : 1) proses sain dan kemampuan berpikir; 2) konsep dan pengetahuan sains; dan 3) kemampuan dalam aplikasi sains dan teknologi. Adapun materi Agama Islam yang terdiri dari Akidah Akhlak, Qur’an Hadits, Fiqih, dan SKI. Eksperimen sain dan eksplorasi matematika akan menguji peserta dalam mendesain, menganalisis, memecahkan masalah, dan mengenali hubungan sebab akibat antara gejala yang sifatnya lebih mengarah pada aspek praktikal.

Pola penyelenggaraan KSM dimualai dari seleksi tahap madrasah, seleksi tingkat kabupaten dan seleksi tingkat propinsi. Yang berbeda dengan tahun kemarin adalah soal yang akan diseragamkan oleh seluruh kabupaten dan propinsi. Soal akan disusun oleh Tim yang ditunjuk oleh dirjen Pendis. Karena soalnya sama maka waktu penyelenggaraannya juga akan sama untuk semua kabupaten dan propinsi.

Selain itu pada tahun 2016 ini akan ditambahkan kategori pemenang, yakni:

  1. The best over all adalah siswa yang memiliki nilai tertinggi untuk dua uji kompetisi (teori dan eksperimen/explorasi).
  2. The best theory adalah siswa yang memiliki nilai teori tertinggi.
  3. The best experiment adalah siswa yang memiliki nilai experimen/explorasi tertinggi.

Masing-masing akan diberi medali dan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar 3 juta rupiah.

 

Tentang Hidayat

Saya salah seorang guru di MTs Negeri Sumbergiri Ponjong (mulai 2013 yang sebelumnya di MTs Negeri Rongkop), berada di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.
Pos ini dipublikasikan di Informasi, Kurikulum, Madrasah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s